WELCOME!!!

Example of Speech

Good morning, my honorable the judges and all participants. Let me introduce my self. My name is Shinta Ismi and I’m from 1 Demak High. Before I deliver my speech, let us thanks almighty Allah SWT. Because of His blessing, we can be here joining the speech contest with a good condition. Also, let’s not forget to always keep our hope for our Prophet Muhammad SAW’s help in the doomsday.

Ladies and gentle men, in this chance, I choose “Prevention of Drugs for Teenagers” as my speech title. Now, let’s see the hot news in our nation. Some moments ago, our government held an event in Jakarta with a purpose to keep the young generation from the attack of drugs. The reason to hold this event is because the drugs become more exist in teenagers’ life. But, the existence of drugs is not in the right way. It even can destroy teenagers’ life. How can? Before I explain it, I want define what drug is first.

A drug, broadly speaking, is any substance that when it is absorbed into the body of a living organism alters the normal bodily function. It also has a tendency to make the users become addicted to it. Truly, the uses of drugs in “medical world” are for diagnosing, curing, mitigating treatment or preventing from disease in man or animals. But, the truth is not only medical staffs that use drugs, but teenagers are also using it. Not for medical purpose such as to heal themselves from disease, but just for fun! That’s why I said drugs can destroy our young generation.

I’ll give the example. Ladies and gentlemen, you must know Putri Ariyanti’s case, right? Putri, the second president’s great grandchild, was grabbed to the police office. She was positively using drugs. Now, she has to free herself from drugs addiction. She still young, but she can’t enjoy her teenage life because of drugs. It’s pity, isn’t it?

Ladies and gentlemen, drugs have three main bad impacts for us. First, physically, organ system will be damaged, especially kidney and brain. No longer after that, some diseases will occur. Such as heart, skin and lungs disturbance, headache, even HIV / AIDS. Second, psychologically, drugs will make us unconfidence, difficult to concentrate, agitative, nervous and finally, drugs pull us to kill ourselves. Third, socially, drugs will change us to become anti social.

Based on those impacts, this nation has to remote the young generation from drugs. There are some ways to free the teenagers. We will find it after we know the reason. Now, the question is why do some teenagers use drugs? The answer is it can be caused by broken home, religious value degradation, influence from mass media, friendship, environment, less of activity and economic problem which can lead the teenagers into stress. Those are complicated things for teenagers who are still labile.

To prevent them from joining into the wrong way of life, we have to teach them about religious value. So, they can realize that they have the God who always be with them. Teenagers also need conducive situation. They should be kept out from stress. One way they can do is joining useful activity. Such as extracurricular or happy working for working teenagers. Family and friends also have important part to form teenagers’ personality. Make friends with a drug user will lead us to use drugs, too. So, family and friends should support the teenagers to choose good environment.

But, the most important thing we have to do is to give them attention. Ladies and gentlemen, teenagers need to be noticed and I represent all teenagers want to say that we want every people to confess our existence, we want you all to trust us and believe that we can do good things. Unfortunately, some of us are less of that attention. They fell to that darkness. So, what can we do? First, send them to rehabilitation centre to free themselves from drug addiction. Second, prevent them, so they won’t go back to use drugs again.

Ladies and gentlemen, drugs are so dangerous if it is not used properly, especially by teenagers. There are many bad impacts for their life. But, for every problem, there are always the solutions. The most important thing we have to do to keep our young generation from the dangers of drugs is by accompanying them to live in a good way.

The judges and all participants, that’s all I can say. Hopefully, it can be a good beginning for a better life in this nation. Thank you very much for your attention. Good morning.

Kebahasaan: Memperkenalkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Pola kalimat untuk memperkenalkan diri adalah:

(Subjek)+wa+(nama/predikat)+desu


Contoh:

a. Watashi wa Minami desu. / Saya Minami. (Memberitahu nama)

b. Watashi no namae wa Minami. / Nama saya Minami. (Memberitahu nama)

c. Watashi wa kokousei desu. Saya seorang pelajar SMA. (Memberitahu predikat)

d. Watashi wa juu ichi-nensei desu. / Saya kelas sebelas. (Memberitahu predikat)

Pola kalimat yang kedua adalah:

(Subjek)+wa+(nama tempat/instansi)+(nama/predikat)+desu

Contoh:

a. Watashi wa SMAN 1 no Tanaka desu. / Saya Tanaka dari SMAN 1. (memberitahu nama)

b. Watashi wa SMAN 1 no seito desu. / Saya murid SMAN 1. (Memberitahu predikat)

Sekarang kita praktekkan cara memperkenalkan diri sendiri dengan contoh berikut:

Miura : “Minasan, hajimemashite. (Watashi wa) Miura desu. Watashi wa SMAN 1 no seito desu. Juu ichi-nensei desu. Douzo yoroshiku.” (Teman-teman semua, perkenalkan. Saya Miura. Saya murid SMAN 1. Kelas sebelas. Salam kenal.)

Kata “hajimeashite” digunakan untuk memperkenalkan diri kepada orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. Contohnya murid pindahan. Dia menggunakan kata “hajimemashite”ketika memperkenalkan dirinya kepada teman-teman barunya.

Oh ya, ketika memperkenalkan diri kita sendiri, kita tidak wajib menggunakan kata “watashi wa” untuk memebritahu nama kita sendiri. Karena subjek yang memperkenalkan diri sudah diketahui. Cukup nama saja ditambah kata desu.

Memperkenalkan diri sendiri sudah, sekarang bagaimana cara memperkenalkan orang lain?

Caranya sama dengan saat memperkenalkan diri sendiri, tetapi kata subjeknya diganti “tx- / kochira”.

Contoh memperkenalkan diri sendiri:

Watashi wa Minami desu. (Saya Minami.)

Contoh memperkenalkan orang lain:

Kochira wa Minami-san desu. (Ini Minami.)

*Saat menyebut nama orang, gunakan kata “-san”.

Nah, sudah tahu cara memperkenalkan diri dengan bahasa Jepang kan? Sekarang kalian bisa mempraktekkannya. Selamat mencoba.

Kebahasaan: Menyapa

Hal pertama yang perlu kita pelajari pertama kali dalam mempelajari bahasa adalah salam dan perkenalan. Pada posting kali ini, kita akan belajar tentang cara mengungkapkan salam. Dalam Bahasa Jepang, kita mengucapkan sallam sesuai dengan waktu. Seperti halnya mengucapkan salam dalam bahasa Indonesia, kita mengucapkan kata selamat pagi di pagi hari, selamat siang dan sebagainya. Begitu pula di Jepang.
Biasanya, untuk orang yang belum saling kenal mereka akan mengucapkan kata “Konnichiwa” untuk menyapa yang lain. Sedangkan untuk yang sudah saling kenal, kata “Konnichiwa” digunakan untuk mengatakan selamat siang.
Berikut ini adalah kalimat-kalimat sapaan dalam Bahasa Jepang:

1. Ohayou Gozaimasu (Selamat pagi)


2. Konnichiwa (Selamat siang)


3. Konbanwa (Selamat malam)
4. Oyasuminasai (ucapan sebelum tidur)


5. Mata ashita (sampai besok)
6. Ohisashiburi desu ne (Lama tidak bertemu)
“Ohayou gozaimasu” dan “konnichiwa” diucapkan ketika bertemu. Maka, tidak boleh diucapkan ketika berpisah.
“Ohisashiburi desu ne” diucapkan kepada orang yang sudah lama tidak bertemu.

Tomomi: “Konnichiwa.” (Selamat siang.)
Aya : “Ara, Konnichiwa.” (Selamat siang)
Tomomi: “Ee, ohisashiburi desu ne, Aya-san.” (Hai, lama tidak berjumpa, Aya.)
Aya : “Ohisashiburi desu ne, Tomomi-san.” (Lama tidak bertemu, Tomomi.)
Tomomi: “Ogenki desu ka?” (Apa kabar?)
Aya : “Hai, genki desu.” (Baik.)

Kata “ara” digunakan apabila kita menyadari kehadiran seseorang. Ungkapan ini hanya digunakan oleh perempuan.
Kata “ee” adalah penggganti dari hai.
“ohayou” adalah singkatn dari “ohayou gozaimasu”. Digunakan dalam percakapan akrab dan atasan kepada bawahan.

Budaya: Membungkukkan diri

Kita tahu orang timur terkenal dengan adat kesopanan mereka. Begitu pula Jepang. Salah satu budaya kesopanan Jepang yang amat dikenal dunia adalah budaya membungkukkan diri. Biasanya, orang Jepang saling menyapa sambil membungkukkan badan satu sama lain. Tradisi seperti ini memang tidak hanya dilakukan di Jepang saja, tetapi juga di beberapa negara Asia Timur lainnya seperti Korea.Budaya membungkuk tidak hanya dilakukan ketika saling bertegur sapa saja, tetapi juga saat mengucapkan terima kasih dan meminta maaf. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan lawan bicara bahwa kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Bahkan, khusus saat meminta maaf, terkadang sampai ada yang berlutut untuk menunjukkan kesungguhannya. Selain terkenal dengan adat kesopanannya, orang timur juga dikenal dengan rumitnya pelaksanaan adat istiadat. Bahkan hanya sekadat membungkuk ada beberapa ketentuannya. Yaitu sebagai berikut:

1. Membungkuk sedikit.

Dilakukan kepada orang sebaya yang sudah akrab dengan kita. Misalnya saat bertemu teman dekat, kita boleh hanya membungkuk sedikit. Karena tidak ada formalitas.

2. Membungkuk 45̊

Dilakukan kepada orang yang kita hormati. Misalnya saat bertemu orang asing yang lebih tua daripada kita, ketika mengucapkan terima kasih kepada pelayan toko setelah kita membeli.

3. Membungkuk 90º

Inilah tahap membungkuk yang paling tinggi rasa penghormatannya. Kita menggunakannya kepada orang yang benar-benar kita hormati. Misalnya saja atasan kita di kantor. Juga saat kita benar-benar berterima kasih atau memohon sesuatu kepada orang lain.

Meskipun adat saling membungkuk sangat baik dan sopan, tidak di sembarang tempat kita dapat mengaplikasikannya. Misalnya saja di Indonesia. Kita tidak mungkin kan menggunakan adat negara lain di negara kita. Setiap tempat di dunia mempunyai adat mereka sendiri-sendiri.